Tidak terasa kita telah menapakkan kaki di tahun 2018. Semangat baru, Harapan baru, dan semoga prestasi baru. Tentu di tahun baru ini kita berharap ada resolusi positif. Karenanya tim redaksi sanggar lukis anak jenthikkencana kali ini menurunkan sebuah tulisan untuk jadi bahan perenungan bersama.

Judul di atas saya pilih karena terasa sangat mewakili situasi lomba menggambar dan mewarnai akhir akhir ini.

 

Tentu sudah menjadi rahasia umum bahwa pergeseran mulai terjadi di dunia lomba untuk anak anak. Sesuatu yang sedianya di planing untuk menjadi tempat ajang anak mengejar berprestasi, akhir akhir ini justru terasa bias, ketika sekelompok orang yang tanpa tedeng aling-aling memproklamirkan kelompoknya sebagai pemburu hadiah.

Sebenarnya membelanjakan hadiah lomba itu adalah sesuatu yang memang menjadi hak bagi pemenang. Namun ketika akhirnya amplop hadiah menjadi hal yang diutamakan melebihi piala sebagai pengejawantahan prestasi anak, rasa-rasanya kita telah mengalami degradasi moral dalam menyikapi lomba.

Lebih jauh, kita bisa menebak, karena hadiah lomba itu seperti candu, yang membuat orang jadi lupa diri dan memaksakan anaknya harus selalu menang maka yang terjadi kemudian adalah para jawara akan mencari segala cara untuk menang. Terkadang bahkan sudah tidak lagi ada batas antara berlomba secara jujur dan tidak jujur. Jika sudah demikian adanya, nurani menjadi mati.

Jadi, marilah kita kembalikan esensi dunia lomba untuk anak, yaitu mengajarkan anak untuk mengejar prestasi, tanpa melukai. Karena di dunia kita juga bisa mengajarkan anak anak untuk bersosialisasi.

REDAKSI.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 visitors online now
1 guests, 0 members